Ma,
awalnya aku ingin mengenalkanmu pada seseorang. seseorang yang sudah kukenal beberapa lama. awal kumengenalnya dari sebuah no ponsel tak sengaja nyasar atau memang sengaja dinyasarkan. aku mengenalnya sejak aku menduduki kelas 1 SMA. aku senang,mendapat kenalan baru. apalagi melihat teman-teman yang banyak kenalan diluar sekolah. saat itu dia kelas 3 SMA. kita saling kontak-kontakkan dan terkadang muncul dan tenggelam. aku nyaman dengannya. kita saling berbagi cerita. entah itu suka ataupun duka. hinggah suatu hari diapun tiba-tiba dia menghilang. dan alasannya baru kuketahui semenjak aku sudah lebih dekat dengannya. dan itu membuatku lebih senang lagi padanya.
Ma,
maaf aku tak penah cerita. aku tak pernah mengenalkan seseorang. karena selalu teringat saat meminta ijin untuk berpacaran. mama tak menentang, tak melarang. tapi telah kusimpulkan bahwa aku belum diberikan ijin. aku tersadar tujuan mama. tapii maaf, aku sudah sedikit nakal. aku sudah beberapa kali melakukan itu. tapi yakin padaku, aku tak pernah jalan bersama. karena aku takut tak bisa kontrol. aku hanya ingin merasakan bagaimana sedikit kenakalan remaja yang berpacaran. tapi aku sumpah ma, aku tak pernah bersama selama pacaran , hanya melalui handphone.
Ma,
karena pernyataan mama itulah, aku berniat. suatu saat nanti, jika aku meminta ijin saat itulah aku benar-benar serius, bukan seperti sebelumnya yang hanya berniat main-main. aku tak tau seperti apa yang mama inginkan, aku tak tau seperti apa seseorang yang pantas untuk aku kenalkan untuk mama. aku yakin mama tidak akan keberatan siapapun yang akan aku kenalkan nanti.
Ma,
beberapa orang telah masuk dalam daftar yang akan ku kenalkan. aku hanya menunggu waktu untuk saat itu. melihatnya terlebih dahulu sebelum nantinya akan ku undang betemu dengan mama. ada yang membuatku sangat tertarik padanya ma. dia lumayan tampan, dari keluarga baik-baik, dan menjadi point plus untuk ku dia telah bekerja. tapi mungkin kesalahan ku. sikap ku yang belum dewasa. hubungan kami tak berjalan lama. tapi syukur kami bepisah secara baik-baik. aku terlalu mudah jatuh cinta pada orang. mungkin bukan jatuh cinta tapi kagum, aku mengenal seorang lelaki. dia lumayan tampan juga ma. entah tampan disni hanya menurutku atau menrut orang kebanyakan. diapun dari keluarga baik-baik. awalnya dia anak nakal, tapi yang membuatku kagum, pikirannya saat itu. dia telah berubah. dia juga mendapatkan beasiswa keluar kota untuk melanjutkan sekolahnya. dia bahkan menawarkan itu juga padaku, agar aku dekat padanya. namun, hubungan ini tak berjalan lama, bahkan saat hubungan itu baru sebatas teman mama. aku sudah ingin serius, cape dengan segala bentuk sakit selama ini. dan akhirnya setelah kami berteman, berbagi suka dan duka. akhirnya kami mengikrarkan hubungan itu dengan kata "pacaran". hubungan kami sudah berjalan hampir setahun. dia sudah mengenal semuanya. selalu menanyakan kabar mama dan papa. kabar adik-adik. bahkan keluarganya sudah mengenal keluarga kita. entah apakah mama juga mengenalnya. dia bukan dari keluarga yang hebat atau kaya raya. inilah yang membuat saya sedikit khawatir. tapi ma, dia sosok yang betanggung jawab. dia rela tidak melanjutkan kuliah demi menjadi tulangpungguk keluarga. dan sekarang dia sudah bekerja. inilah yang akan ku banggakan pada mama dan papa. pada adik-adik dan keluarga. aku tak memandang dari mana dia berasal. apakah dari keluarga yang sangat tinggi jabatan hingga langitpun bisa ia beli, atau turunan dara biru yang harta turunannya tak habis sampe turunan ke 20. aku tak terlalu memikirkan itu. toh dia sangat bertanggung jawab, hinggah rela mengorbankan untuk melanjutkan sekolah demi keluarga.
Ma,
aku belum dewasa. dan sekarang terjadi lagi dan untuk kesekian kalinya. kecewa pada lelaki. lelaki yang telah siap kukenalkan pada mama. aku telah menyusun kata-kata untuk menggambarkan sosoknya di mata ku. aku sudah terlanjut serius dengannya. banyak hal yang telah ku hayalkan jika bersamanya nanti. tapi mungkin semua ini adalah salah ku. yang belum sepenuhnya menunjukkan sebuah keseriusan.
Ma,
sepertinya waktu ijin mu belum saatnya tapi aku sudah mulai bermain. mm, mungkin ini akibatnya. sedikit kecewa ma. tapi sudahlah. ALLAH mungkin masih ingin melihatku bermain dengan waktu. masih ingin melihatku menyerahkan rasa sayang ku untuk mama, papa, dan adik-adik tanpa harus membaginya sedikit pada orang lain.
Ma,
sekarang aku sadar. ALLAH sedang melatihku mempersiapkan diri, membentuk diri untuk nantinya bersama dengan yang lebih baik lagi. karena ALLAH telah janji dalam kitabnya Al-Qur'an yang artinya
" dan diantara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untuk mu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu merasa nyaman kepanya, dan dijadikan -Nya diantaramu mawadah dan rahma. susungghnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang berpikir. (Ar-Rum 21)."
Ma,
mungkin sekarang Allah sedang menyembunyikannya dariku. ma, ridhoilah setiap langkahku. semoga ALLAH masih memebrikan umur, kesehatan sampai saat itu tiba.
Ma.
maaf kan jiwa kecil ini
**
Angin sepoy senja pinggir danau
No comments:
Post a Comment