selamat malam guys.
sebenarnya saya suka cuap-cuap. cerita anything. tapi berhubung saya sedikit sulit untuk berkata-kata ya, jadinya saya nulis aja deh.
kali ini saya pengen berbagi gimana rasanya hidup bersama dalam sebuah hunian tapi bukan karena hubungan darah alis kontrak ngekos sama-sama.
Awalnya pasti senang sekali bisa tinggal bersama teman-teman. Bisa curhat-curhatan, bisa maen bareng dan anything yg bisa dilakukan bersama. bulan pertama mungkin masih oke. Jalan bulan ke2 mulai ada nie gosip-gosip tetangga kamar, dan bulan ke tiga mulailah ada rasa mengeluh yg mulai tampak.
yang terbiasa teratur segalanya teratur bertemu dengan yang mendadak daangdut. Pasti bisa kebayang gimana dongkolnya ketika semuanya tidak sesuai jadwal masing-masing.
Serunya pas lagi gosip-gosipan. Awalnya gosipin tentang artis, trus menjurus teman kampus, trus pacar teman, dan pada akhirnya menjurus pada teman sekos. Kejadian yang ini pasti sering terjadi. Saya jadi bayangin teman yang menjadi tempat curhatan semua teman kos. Beban bathinnya berat sekali, menyimpan semua rahasia yg tidak boleh diungkapkan pada orang lain.
sbenarnya tinggal bersama itu akan terasa saat nyaman, namun karena belum bisa mengenali dan mengontol diri, pasti bisa. kenapa saya berkata sepeeti itu.,?
menurut saya. misalnya saja kita sebagai salah satu warga kos yang baru saja keluar dari sangkar emas, alias sering diurusi segala kepeeluannya. Ketika kita bisa mengenali diri sendiri, kita bisa tempatkan bahwa, oh ternyata saya disini tidak ada yg bentu mengurus keperluan saya, harus bergerak sendiri. yang ada disini adalah milik umum, berarti untuk perwatan juga umun. Ini contoh untuk bersih-bersih.
pasti banyak cerita teman-teman seputar masalah tinggal bersama.
cuap-cuap kali ini sampai disini dulu., lebih dan kurangnya mohon maaf lahir dan bathin.
see you in next section :)
No comments:
Post a Comment