Saturday, November 2, 2013

Belajar bepositif thinking

      Sedikit bertekad tidak akan membuka fb untuk beberapa lama, namun akhirnya tekad itu terpatahkan oleh sebuah keingintahuan terhadap kabar yang ada sekarang. Sepulang dari latihan menari rencananya saya hanya ingin membuka project atau sekedar menonton tayangan favorit "Hitam Putih" atau yang lainnya. Namun ternyata jemari saya mengetikkan alamat "facebook". Membaca status demi status hingga akhirnya saya mendapatkan status teman saya yang berbagi tautan. Karena penasaran saya pun menuju link tersebut. Membaca judulnya saya sudah penasaran apalagi ditambah foto yg di muat adalah foto kota saya.

     Dalam artikel yang ditulis dalam blog tersebut yang berjudul ".Di sini KFC, Disana Tuna"
bercerita tentang padangan terhadap makan cepat saji. Bagi Indonesia, "KFC" adalah makan yang dibilang makan favorit yg tergolong elit. namun ternyata sedikit berbeda dengan padangan dari negara yg menjadi pendiri "KFC" ini. Ketika Indonesia KFC begitu di agung-agungkan sebagai tempat makan yang bergengsi dan elit, Amerika justru menganggap bahwa KFC merupakan tempat makan bagi kalangan menengah kebawah. Dan lebih membuat saya cukup terkejut, bahwa makanan yang selama ini kita anggap membosankan seperti tuna, lobster dan berbagai jenis seafood yg lain justru merupakan makanan yang cukup mahal dan berkelas. Orang-orang Amerika sadar bahwa itu adalah makan tidak sehat, maka dari itu Tempat makan cepat saji banyak didatangi oleh orang orang yg memang tak ada pilihan lain, misal karena uang atau karena waktu :)

     Selain itu ada juga artikel tentang "Zaskia Gotik Potret, sosial kita"
Dalam artikel tersebut, masalah Zaskia dan Vicky dilihat dari sudut umum. Masyarakat terkadang hanya melihat orang hanya dari luarnya saja. Ketika kita melihat orang begitu meyakinkan dari segi tampilan, maka tanpa banyak pikir kita akan yakin terhadap akan yang mereka katakan.


    Dari beberapa artikel yang saya baca, saya menyimpulkan bahwa banyak permasalahan disekitar kita. namun kebanyakan kita hanya mendengar, terlena, dan ikut dalam arus mengkritik. Kenapa kita melihat dari sudut postifnya lalu berbagi energi postif ke semua orang. 
Saya pun melihat pada diri saya, sudahkan saya bermanfaat bagi orang lain, sudahkan saya berbagi pada orang lain. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk berbagi pada orang, salah satunya ya seperti ini. Merangkum apa yang telah kita alami dan mengemasnya sebagai pembelajaran yang berharga untuk hari ini, esok dan masa depan.

" Kesalahan Masa lalu bukan dijadikan dongen belaka, tetapi harus dijadikan pengalaman agar tidak diulangi dimasa yang akan datang."

" Keburukan di masa kini adalah kesalahan generasi sebelumnya, jadi kita tinggal memilih, mewariskan segala keburukan dari generasi sebelumnya atau memperbaikinya agar generasi berikutnya idak menyalahkan kita"

No comments:

Post a Comment