Kutemukam jiwa ku saat masak. Memadukan bahan untuk kemudian diolah untuk menjadi sebuah masakan yang bisa diterima oleh panca indra.
Kata orang, garam dan gula adalah kunci sebuah masakkan. Dan saya percaya itu, karena setiap bahan telah membawa rasanya masing-masing. Tinggal kita yang mengolahnya agar rasa itu bisa keluar.
Kata mereka saya bisa masak. Benarkah? Padahal mama saya masih ragu terhadap tangan saya. Saya tidak pandai masak, tak ada sertifikat atau tanda bahwa saya bisa masak. Saya hanya mencoba menyatukan imajinasi saya dan rasa yang pernah saya coba terhadap jenis bahan dasar yang berbeda. Mengaduk,mencampur, lalu mematangkannya entah itu digoreng, bakar, masak atau rebus. Saya sering gagal, bahkan kebanyakan dari apa yang saya praktekkan gagal, dan jika berhasil mungkin itu hanya sebuah keberuntungan. Saya pernah bertanya pada bibi saya. Bibi belajar masak dari mana? dan jawabannya begitu jauh dari yang saya bayangkan. Bukan karena menonton acara tv bukan pula pernah ikut kursus, tapi "karena coba-coba dan rasa-rasa".
Kreatifitas memang tak lahir begitu saja. Latihan dan terus mencoba walaupun gagal. Dan itulah saya, mencoba terus walaupun apa yg dicoba selalu berasa aneh dan jauh berbeda dengan apa yang telah direncanakan di kepala.
Tangan tidak akan terampil jika tak selalu dilatih. Karena saya percaya tangan wanita memang telah diberikan keahlian untuk mengolah dapur, tinggal kita yang ingin menggunakan kemapuan itu, atau diam saja dan menikmati keahlian tangan yang lain.
Semoga apa yang saya tulis bisa saya pertanggungjawabkan,. menggunakan keahlian tangan sendiri, aminnn
![]() |
| telur tahu + sup mie jamur +kacang ijo |
![]() |
| telur = tumis sawi |
![]() |
| kreasi pare |
![]() |
| Kreaasi agar-agar |
![]() |
| Cumi-cumi |
![]() |
| aq ^^ |






No comments:
Post a Comment