Assalamu alaikum Warrahmatullahi wabarakatu
Bismillahirahmanirrahim.
dear diary
Sebenarnya semua yang ada disekeliling kita adalah kebaikan. Kenapa saya berkata demikian. Ini mungkin yang selalu terlewati dari kita, hanya melihat dari satu sisi dan tidak mencoba melihat dari sisi lain. Mungkin selama ini kebaikan selalu memperkenalkan diri, namun karena sifat yang masih menjunjung ego ( meskipun sekrang masih juga, hehe) sehingga kebaikan itu tidak terlihat. Ok, well. saya akan bercerita sedikit.
Tinggal serumah dengan orang lain (bUkan keluarga) pasti akan meninggalkan kesan tersendiri, namun terkadang kita lebih menilai dari sisi keburukannya. Lebih suka mengkritik dan terkadang sampai membencinya. Setelah kurang lebih satu atap dengan teman yang bukan berasal dari satu daerah, membuat saya banyak mengintropeksi diri (walaupun masih menjadi orang yg dijengkeli).
Ada beberapa sifat yang mungkin bisa kita padukan kemudian kita terapkan dalam diri kita sendiri. Berikut saya akan bercerita tentang mereka dengan wajah dan nama disamarkan ( kaya berita investigasi aja) ckckckc
1. Sibiru Dia merupakan yang tertua diantara kami, orangnya cantik, pintar, namun terkadang tiba-tiba diam dan meyendiri. dari beberapa kali jalan dan makan bersama, memberikan saya banyak pelajaran. Diam dan penyendirinya yang tiba-tiba memang membuat kita jengkel namun, itu bukan tidak ada alasan. Dia diam untuk meredam amarah yang sedang bergelut dijiwanya dan menyendiri adalah caranya untuk berpikir jernih, menenangkan diri, dan mencoba menetralisir situasi. Mungkin ada diantara kita ketika marah, akan lebih senang berkata-kata hinggah merasa puas, namun sebenarnya itu justru menambah masalah karena biasanya kata yaang terucap tak terkontrol (bisa dibayangkanlah).
2. Sipink. orangnya cantik, pintar. Saya tidak begitu mengenalnya namun karena situasi akirnya kita tinggal seatap. Pink orangnya pintar berwawasan luas. terkadang saya merasa iri, dia jarang belajat, namun ketika ujian die mendapatkan nilai yg lebih tinggi. Namun ketika saya berkaca pada diri sendiri, pahamlah saya. Jangan menjadi orang seperti berikut "tong kosong nyaring bunyinya" banyak bicara tapi sebenarnya tak tahu apa-apa. Tapi jadilah seperti nasehat "tirulah ilmu padi, semakin tua semakin merunduk". Terkadang kita tidak usah berkoar-koar, berteori panjang lebar untuk membuktikan bahwa kita itu hebat, tahu segalanya. Diam, namun ketika ada suatu pertanyaan kita mampu untuk memaparkannya.
3.Si merah. Dari si merah saya mendapatkan pembelajaran bahwa, tidak usah sok hebat jika memang kita tak tahu, dan kenapa harus malu untuk untuk meminta penjelasan jika tak paham. Dan selalu melihat sisi positif dari suatu masalah
4. si coklat. Sifatnya periang dan keingin-tahuannya tinggi. Saya belajar arti berjiwa besar. Terkadang kita akan merasa trsinggung menjadi bahan olok-olok dalam sebuah situasi kumpul-kumpul. Namun kenapa kita tersinggung jika sebenarnya tahu itu hanya sebuah candaan. Kenapa tidak menikmati saja dan larut dalam canda dan tawa., Hal lain yaitu, bagaimana menanggapi suatu yang belum diketahui, pasti akan bertanya-dan - bertanya hinggah apa yang belum diketahui tersebut jelas. zdan seharusnya seperti itu, terutama ilmu. Kita harus tahu betul sebelum nantinya kita jelaskan kepada orang lain.
5.si putih. Dari putih saya belajar tentang indahnya berbagi, seberapa pun hal yang kita punya berbagilah.
Masih banyak yang ingin saya bagi, namun karena satu dan lain hal, jadi hanyaa ini dulu yang saya bagi. .Insyallah masih berlanjut.,
wassalam
No comments:
Post a Comment